Skip to main content

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ   ( ٱلْأَنْفَال: ٣٣ )

wamā
وَمَا
dan tidak
kāna
كَانَ
adalah
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
liyuʿadhibahum
لِيُعَذِّبَهُمْ
akan mengazab mereka
wa-anta
وَأَنتَ
dan/sedang kamu
fīhim
فِيهِمْۚ
diantara mereka
wamā
وَمَا
dan tidak
kāna
كَانَ
adalah
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
muʿadhibahum
مُعَذِّبَهُمْ
mengazab mereka
wahum
وَهُمْ
dan/sedang mereka
yastaghfirūna
يَسْتَغْفِرُونَ
mereka meminta ampun

“Wa Mā Kāna Allāhu Liyu`adhdhibahum Wa 'Anta Fīhim Wa Mā Kāna Allāhu Mu`adhdhibahum Wa Hum Yastaghfirūna.” (al-ʾAnfāl/8:33)

Artinya:

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal: 33)

Tetapi permohonan mereka yang bersifat menantang itu, tidak segera dikabulkan oleh Allah, sebab dengan hikmah-Nya Allah sekali-kali tidak akan menghukum mereka sekarang dengan siksa duniawi yang berat dan memusnahkan, selama engkau Nabi Muhammad berada di antara mereka dengan harapan mereka menyambut seruanmu itu. Dan sekali-kali tidaklah pula Allah akan menghukum mereka secara mantap dan langgeng di masa yang akan datang, sedang mereka masih memohon ampunan, menyadari dan meninggalkan kekeliruan mereka.