Skip to main content

وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ  ( ٱلتَّكْوِير: ٢٤ )

wamā
وَمَا
dan tidak
huwa
هُوَ
dia
ʿalā
عَلَى
atas
l-ghaybi
ٱلْغَيْبِ
gaib
biḍanīnin
بِضَنِينٍ
dengan kikir

“Wa Mā Huwa `Alaá Al-Ghaybi Biđanīnin.” (at-Takwīr/81:24)

Artinya:

“Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.” (QS. At-Takwir: 24)

Dan dia bukanlah orang yang kikir untuk menerangkan ihwal perkara yang gaib, seperti Allah, malaikat, dan hari kiamat. Nabi dengan senang hati memberi penjelasan demi kemaslahatan banyak orang. Hal ini berbeda dari para dukun yang hanya mau membeberkan hal yang rahasia jika diberi imbalan.