Skip to main content

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ  ( ٱلْفَجْر: ٢٤ )

yaqūlu
يَقُولُ
dia berkata
yālaytanī
يَٰلَيْتَنِى
alangkah baiknya aku dulu
qaddamtu
قَدَّمْتُ
aku dahulukan/kerjakan
liḥayātī
لِحَيَاتِى
untuk hidupku

“Yaqūlu Yā Laytanī Qaddamtu Liĥayātī.” (al-Fajr/89:24)

Artinya:

“Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”” (QS. Al-Fajr: 24)

Dia berkata dengan penuh kesadaran, “Alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini.” Penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh.