Skip to main content

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ   ( ٱلتَّوْبَة: ١٠٣ )

khudh
خُذْ
ambillah
min
مِنْ
dari
amwālihim
أَمْوَٰلِهِمْ
sebagian harta mereka
ṣadaqatan
صَدَقَةً
sedekah
tuṭahhiruhum
تُطَهِّرُهُمْ
kamu membersihkan mereka
watuzakkīhim
وَتُزَكِّيهِم
dan kamu mensucikan mereka
bihā
بِهَا
dengannya
waṣalli
وَصَلِّ
dan doakanlah
ʿalayhim
عَلَيْهِمْۖ
atas mereka
inna
إِنَّ
sesungguhnya
ṣalataka
صَلَوٰتَكَ
doa kamu
sakanun
سَكَنٌ
ketentraman
lahum
لَّهُمْۗ
bagi mereka
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
samīʿun
سَمِيعٌ
Maha Mendengar
ʿalīmun
عَلِيمٌ
Maha Mengetahui

“Khudh Min 'Amwālihim Şadaqatan Tuţahhiruhum Wa Tuzakkīhim Bihā Wa Şalli `Alayhim 'Inna Şalātaka Sakanun Lahum Wa Allāhu Samī`un `Alīmun.” (at-Tawbah/9:103)

Artinya:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

Pada ayat sebelumnya dijelaskan adanya sekelompok orang yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat kepada Allah. Karena penyebab dosa mereka adalah kecintaan kepada harta, maka dalam ayat ini dijelaskan tentang wujud tobat dan ketaatan diantaranya dengan menunaikan zakat. Diperintahkan kepada Nabi Muhammad, Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan jiwa mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta, dan menyucikan hati agar tumbuh subur sifat-sifat kebaikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka yang sudah lama gelisah dan cemas akibat dosa-dosa yang mereka kerjakan. Sampaikan kepada mereka bahwa Allah Maha Mendengar permohonan ampun dari hamba-Nya, Maha Mengetahui tulus atau tidaknya tobat mereka.