Skip to main content

وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ   ( هود: ١١٨ )

walaw
وَلَوْ
dan jikalau
shāa
شَآءَ
menghendaki
rabbuka
رَبُّكَ
Tuhanmu
lajaʿala
لَجَعَلَ
tentu Dia menjadikan
l-nāsa
ٱلنَّاسَ
manusia
ummatan
أُمَّةً
ummat
wāḥidatan
وَٰحِدَةًۖ
yang satu
walā
وَلَا
dan tidak
yazālūna
يَزَالُونَ
senantiasa
mukh'talifīna
مُخْتَلِفِينَ
orang-orang yang berselisih

Wa Law Shā'a Rabbuka Laja`ala An-Nāsa 'Ummatan Wāĥidatan Wa Lā Yazālūna Mukhtalifīna. (Hūd 11:118)

Artinya:

Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat), (QS. [11] Hud : 118)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Dan jika Tuhanmu wahai Nabi Muhammad yang membimbing dan memberiimu menghendaki, tentu Dia jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, atau satu pendapat, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, melainkan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih -sebagai wujud keadilan Allah dalam memberikan pahala dan siksa. Meskipun Allah memberi mereka kebebasan memilih, mereka senantiasa tetap berselisih pendapat tentang kebenaran, lantaran mereka mengikuti hawa nafsunya.