Skip to main content

وَنَادٰى نُوْحٌ رَّبَّهٗ فَقَالَ رَبِّ اِنَّ ابْنِيْ مِنْ اَهْلِيْۚ وَاِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَاَنْتَ اَحْكَمُ الْحٰكِمِيْنَ  ( هُود: ٤٥ )

wanādā
وَنَادَىٰ
dan berseru
nūḥun
نُوحٌ
Nuh
rabbahu
رَّبَّهُۥ
Tuhannya
faqāla
فَقَالَ
maka/lalu dia berkata
rabbi
رَبِّ
ya Tuhanku
inna
إِنَّ
sesungguhnya
ib'nī
ٱبْنِى
anakku
min
مِنْ
dari/termasuk
ahlī
أَهْلِى
keluargaku
wa-inna
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
waʿdaka
وَعْدَكَ
janji Engkau
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّ
benar
wa-anta
وَأَنتَ
dan Engkau
aḥkamu
أَحْكَمُ
paling adil menghukum
l-ḥākimīna
ٱلْحَٰكِمِينَ
para penghukum

“Wa Nādaá Nūĥun Rabbahu Faqāla Rabbi 'Inna Abnī Min 'Ahlī Wa 'Inna Wa`daka Al-Ĥaqqu Wa 'Anta 'Aĥkamu Al-Ĥākimīna.” (Hūd/11:45)

Artinya:

“Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.”” (QS. Hud: 45)

Dan setelah Nabi Nuh beserta orang-orang beriman selamat dan kapal berlabuh, lalu Nabi Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, sedang Engkau telah memerintahkan kepadaku mengajak keluargaku masuk ke dalam kapal agar selamat, dan aku yakin bahwa janji-Mu akan menyelamatkan mereka itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil dalam menentukan ketetapan."