Skip to main content

تُؤْتِيْٓ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ ۢبِاِذْنِ رَبِّهَاۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ   ( إِبْرَاهِيم: ٢٥ )

tu'tī
تُؤْتِىٓ
(pohon itu)memberikan
ukulahā
أُكُلَهَا
makanannya/buahnya
kulla
كُلَّ
setiap
ḥīnin
حِينٍۭ
masa/musim
bi-idh'ni
بِإِذْنِ
dengan ijin
rabbihā
رَبِّهَاۗ
Tuhannya
wayaḍribu
وَيَضْرِبُ
dan membuat
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
l-amthāla
ٱلْأَمْثَالَ
perumpamaan-perumpamaan
lilnnāsi
لِلنَّاسِ
bagi manusia
laʿallahum
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
yatadhakkarūna
يَتَذَكَّرُونَ
mereka ingat/mengambil pelajaran

“Tu'utī 'Ukulahā Kulla Ĥīnin Bi'idhni Rabbihā Wa Yađribu Allāhu Al-'Amthāla Lilnnāsi La`allahum Yatadhakkarūna.” (ʾIbrāhīm/14:25)

Artinya:

“(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim: 25)

Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Seperti itulah pohon keimanan; akarnya terpatri dengan kuat di dada kaum mukmin, dan cabangnya yang berupa amal saleh dipersembahkan kepada Allah setiap waktu. Dan demikianlah, Allah membuat perumpamaan itu sebagai gambaran untuk manusia renungkan agar mereka selalu ingat akan kebesaran dan kekuasaan Allah.