Skip to main content

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيْثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيْثَةِ ِۨاجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْاَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ   ( إِبْرَاهِيم: ٢٦ )

wamathalu
وَمَثَلُ
dan perumpamaan
kalimatin
كَلِمَةٍ
kalimat
khabīthatin
خَبِيثَةٍ
jelek
kashajaratin
كَشَجَرَةٍ
seperti pohon
khabīthatin
خَبِيثَةٍ
jelek
uj'tuthat
ٱجْتُثَّتْ
dicabut
min
مِن
dari
fawqi
فَوْقِ
atas permukaan
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
مَا
tidak ada
lahā
لَهَا
baginya
min
مِن
dari
qarārin
قَرَارٍ
ketetapan/tegak

“Wa Mathalu Kalimatin Khabīthatin Kashajaratin Khabīthatin Ajtuththat Min Fawqi Al-'Arđi Mā Lahā Min Qarārin.” (ʾIbrāhīm/14:26)

Artinya:

“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (QS. Ibrahim: 26)

Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat kufur) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapat menopangnya supaya dapat tetap tegak berdiri sedikit pun seperti sedia kala. Demikianlah, orang kafir tidak mempunyai keyakinan yang kuat dalam hati dan tidak ada amal darinya yang akan diterima oleh Allah.