Skip to main content

۞ اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ بَدَّلُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ كُفْرًا وَّاَحَلُّوْا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِۙ   ( إِبْرَاهِيم: ٢٨ )

alam
أَلَمْ
tidakkah
tara
تَرَ
kamu perhatikan
ilā
إِلَى
kepada
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
baddalū
بَدَّلُوا۟
mereka menukar
niʿ'mata
نِعْمَتَ
nikmat
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
kuf'ran
كُفْرًا
kekafiran
wa-aḥallū
وَأَحَلُّوا۟
dan mereka menempatkan
qawmahum
قَوْمَهُمْ
kaum mereka
dāra
دَارَ
tempat/rumah
l-bawāri
ٱلْبَوَارِ
kebinasaan

“'Alam Taraá 'Ilaá Al-Ladhīna Baddalū Ni`mata Allāhi Kufrāan Wa 'Aĥallū Qawmahum Dāra Al-Bawāri.” (ʾIbrāhīm/14:28)

Artinya:

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?” (QS. Ibrahim: 28)

Allah membiarkan sesat orang yang ingkar, namun bukan berarti Allah berbuat sewenang-wenang. Apa yang mereka alami merupakan akibat dari perbuatan buruk mereka sendiri. Wahai manusia, tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang kafir yang telah menukar nikmat yang telah Allah turunkan kepada mereka, seperti nikmat kesejahteraan dan pengutusan para rasul kepada mereka, dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan dengan mengajak mereka memusuhi Allah dan utusan-Nya?