Skip to main content

اِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ اِذَآ اَرَدْنٰهُ اَنْ نَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ࣖ   ( ٱلنَّحْل: ٤٠ )

innamā
إِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
qawlunā
قَوْلُنَا
perkataan Kami
lishayin
لِشَىْءٍ
terhadap sesuatu
idhā
إِذَآ
apabila
aradnāhu
أَرَدْنَٰهُ
Kami menghendakinya
an
أَن
bahwa
naqūla
نَّقُولَ
Kami katakan
lahu
لَهُۥ
kepadanya
kun
كُن
adalah/jadilah
fayakūnu
فَيَكُونُ
maka adalah/jadilah

“'Innamā Qawlunā Lishay'in 'Idhā 'Aradnāhu 'An Naqūla Lahu Kun Fayakūnu.” (an-Naḥl/16:40)

Artinya:

“Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. An-Nahl: 40)

Tidak sulit bagi Allah untuk melakukan apa saja yang dikehendakiNya, tidak terkecuali membangkitkan manusia pada hari Kiamat. Allah menyatakan, "Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya terjadi, Kami hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendak dan sunah Kami. Semudah itulah Kami mewujudkan apa yang Kami kehendaki.