Skip to main content

فَلَا تَضْرِبُوْا لِلّٰهِ الْاَمْثَالَ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ   ( ٱلنَّحْل: ٧٤ )

falā
فَلَا
maka jangan
taḍribū
تَضْرِبُوا۟
kamu buat/adakan
lillahi
لِلَّهِ
bagi Allah
l-amthāla
ٱلْأَمْثَالَۚ
perumpamaan (sekutu-sekutu)
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
yaʿlamu
يَعْلَمُ
mengetahui
wa-antum
وَأَنتُمْ
dan kalian
لَا
tidak
taʿlamūna
تَعْلَمُونَ
(kalian) mengetahui

“Falā Tađribū Lillāhi Al-'Amthāla 'Inna Allāha Ya`lamu Wa 'Antum Lā Ta`lamūna.” (an-Naḥl/16:74)

Artinya:

“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 74)

Maka janganlah kamu, wahai manusia, mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah dengan menyembah dan mempertuhankan apa pun selain Dia serta menisbatkan sifat-sifat buruk kepada-Nya. Sungguh, Allah mengetahui segala sesuatu, sedang kamu tidak mengetahui kecuali yang telah Allah ajarkan kepada kamu. Karena itu, berbuatlah sesuai arahan Allah sebab hal itu tentu baik bagi kehidupanmu.