Skip to main content

وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا  ( ٱلْإِسْرَاء: ١٩ )

waman
وَمَنْ
dan barangsiapa
arāda
أَرَادَ
menghendaki
l-ākhirata
ٱلْءَاخِرَةَ
kehidupan akhirat
wasaʿā
وَسَعَىٰ
dan dia berusaha
lahā
لَهَا
baginya
saʿyahā
سَعْيَهَا
usahanya (ke arah itu)
wahuwa
وَهُوَ
dan/sedang dia
mu'minun
مُؤْمِنٌ
orang mukmin
fa-ulāika
فَأُو۟لَٰٓئِكَ
maka mereka itu
kāna
كَانَ
adalah
saʿyuhum
سَعْيُهُم
usaha mereka
mashkūran
مَّشْكُورًا
disyukuri (dibalas dengan baik)

“Wa Man 'Arāda Al-'Ākhirata Wa Sa`aá Lahā Sa`yahā Wa Huwa Mu'uminun Fa'ūlā'ika Kāna Sa`yuhum Mashkūrāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:19)

Artinya:

“Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.” (QS. Al-Isra': 19)

Dan barang siapa yang menghendaki dengan amal perbuatannya pembalasan kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu, yakni untuk memperoleh kehidupan akhirat dengan sungguh-sungguh dengan melakukan amal salih, sedangkan dia beriman kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik di sisi Allah dan mendapat ganjaran sesuai dengan amalnya.