Skip to main content

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا  ( ٱلْإِسْرَاء: ٢٥ )

rabbukum
رَّبُّكُمْ
Tuhan kalian
aʿlamu
أَعْلَمُ
lebih mengetahui
bimā
بِمَا
dengan/terhadap apa
فِى
dalam
nufūsikum
نُفُوسِكُمْۚ
jiwamu/hatimu
in
إِن
jika
takūnū
تَكُونُوا۟
kalian menjadi
ṣāliḥīna
صَٰلِحِينَ
orang-orang yang baik
fa-innahu
فَإِنَّهُۥ
maka sesungguhnya Dia
kāna
كَانَ
adalah Dia
lil'awwābīna
لِلْأَوَّٰبِينَ
bagi orang-orang bertaubat
ghafūran
غَفُورًا
Maha Pengampun

“Rabbukum 'A`lamu Bimā Fī Nufūsikum 'In Takūnū Şāliĥīna Fa'innahu Kāna Lil'awwābīna Ghafūrāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:25)

Artinya:

“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.” (QS. Al-Isra': 25)

Dalam keadaan kedua orang tua sudah berumur lanjut dan berada dalam pemeliharaanmu, boleh jadi suatu waktu engkau berbuat kesalahan, secara tidak sengaja atau karena terpaksa. Dalam keadaan demikian itu, ketahuilah bahwa Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik dan tulus mengasihi kedua orang tuamu dan berbakti kepada keduanya dengan sepenuh hatimu. Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, maka sungguh, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat dan menyertainya dengan berbuat kebaikan.