Skip to main content

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا  ( ٱلْإِسْرَاء: ٢٧ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-mubadhirīna
ٱلْمُبَذِّرِينَ
orang-orang yang boros
kānū
كَانُوٓا۟
mereka adalah
ikh'wāna
إِخْوَٰنَ
teman
l-shayāṭīni
ٱلشَّيَٰطِينِۖ
syaitan
wakāna
وَكَانَ
dan adalah
l-shayṭānu
ٱلشَّيْطَٰنُ
syaitan
lirabbihi
لِرَبِّهِۦ
kepada Tuhannya
kafūran
كَفُورًا
ingkar

“'Inna Al-Mubadhdhirīna Kānū 'Ikhwāna Ash-Shayāţīni Wa Kāna Ash-Shayţānu Lirabbihi Kafūrāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:27)

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra': 27)

Allah mencela perbuatan membelanjakan harta secara boros, dengan menyatakan, "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, mereka berbuat boros dalam membelanjakan harta karena dorongan setan, oleh karena itu, perilaku boros termasuk sifat setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada nikmat dan anugerah Tuhannya.