Skip to main content

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا  ( ٱلْإِسْرَاء: ٢٨ )

wa-immā
وَإِمَّا
dan jika
tuʿ'riḍanna
تُعْرِضَنَّ
kamu berpaling
ʿanhumu
عَنْهُمُ
dari mereka
ib'tighāa
ٱبْتِغَآءَ
mencari
raḥmatin
رَحْمَةٍ
rahmat
min
مِّن
dari
rabbika
رَّبِّكَ
Tuhanmu
tarjūhā
تَرْجُوهَا
kamu mengharapkannya
faqul
فَقُل
maka katakanlah
lahum
لَّهُمْ
kepada mereka
qawlan
قَوْلًا
perkataan
maysūran
مَّيْسُورًا
lemah lembut

“Wa 'Immā Tu`riđanna `Anhumu Abtighā'a Raĥmatin Min Rabbika Tarjūhā Faqul Lahum Qawlāan Maysūrāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:28)

Artinya:

“Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.” (QS. Al-Isra': 28)

Kemudian kepada orang yang karena suatu keadaan tidak dapat memberi bantuan kepada orang yang memerlukan, ayat ini memberi tuntunan; dan jika engkau benar-benar berpaling dari mereka, tidak dapat memberikan bantuan kepada keluarga dekat, orang miskin atau orang yang sedang dalam perjalanan, bukan karena engkau enggan membantu tetapi karena keadaanmu pada waktu itu tidak memungkinkan memberi bantuan kepada mereka, dalam arti materi atau sebab-sebab lainnya, maka engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, sehingga suatu waktu engkau dapat membantu mereka jika keadaanmu memungkinkan. Dalam keadaan ini, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas, baik, dan memberi harapan, bukan penolakan dengan kata-kata yang kasar.