Skip to main content

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا   ( ٱلْإِسْرَاء: ٢٩ )

walā
وَلَا
dan jangan
tajʿal
تَجْعَلْ
kamu jadikan
yadaka
يَدَكَ
tanganmu
maghlūlatan
مَغْلُولَةً
terbelenggu
ilā
إِلَىٰ
kepada
ʿunuqika
عُنُقِكَ
lehermu
walā
وَلَا
dan jangan
tabsuṭ'hā
تَبْسُطْهَا
kamu mengulurkannya
kulla
كُلَّ
segala/habis-habis
l-basṭi
ٱلْبَسْطِ
uluran
fataqʿuda
فَتَقْعُدَ
maka kamu akan duduk/menjadi
malūman
مَلُومًا
tercela
maḥsūran
مَّحْسُورًا
penyesalan

“Wa Lā Taj`al Yadaka Maghlūlatan 'Ilaá `Unuqika Wa Lā Tabsuţhā Kulla Al-Basţi Fataq`uda Malūmāan Maĥsūrāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:29)

Artinya:

“Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Isra': 29)

Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenngu pada lehermu, yakni janganlah enggan mengulurkan tanganmu memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya, yakni janganlah kamu boros dalam membelanjakan harta, karena itu kamu menjadi tercela karena kekikiranmu, dan menyesal karena keborosanmu dalam membelanjakan harta.