Skip to main content

وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا  ( ٱلْإِسْرَاء: ٣٥ )

wa-awfū
وَأَوْفُوا۟
dan penuhilah
l-kayla
ٱلْكَيْلَ
takaran
idhā
إِذَا
apabila
kil'tum
كِلْتُمْ
kamu menakar
wazinū
وَزِنُوا۟
dan timbanglah
bil-qis'ṭāsi
بِٱلْقِسْطَاسِ
dengan adil/neraca
l-mus'taqīmi
ٱلْمُسْتَقِيمِۚ
lurus/benar
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian itu
khayrun
خَيْرٌ
lebih baik/utama
wa-aḥsanu
وَأَحْسَنُ
dan lebih baik
tawīlan
تَأْوِيلًا
kesudahan

“Wa 'Awfū Al-Kayla 'Idhā Kiltum Wa Zinū Bil-Qisţāsi Al-Mustaqīmi Dhālika Khayrun Wa 'Aĥsanu Ta'wīlāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:35)

Artinya:

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. Al-Isra': 35)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, jangan mengurangi takaran untuk orang atau melebihkannya untuk dirimu, dan timbanglah dengan timbangan yang benar sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. Itulah yang lebih utama bagimu, karena dengan demikian orang akan percaya kepadamu dan tenteram dalam bermuamalah denganmu dan lebih baik akibatnya bagi kehidupan manusia pada umumnya di dunia dan bagi kehidupanmu di akhirat kelak.