Skip to main content

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُوْنِهِمْ حِجَابًاۗ فَاَرْسَلْنَآ اِلَيْهَا رُوْحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا   ( مَرْيَم: ١٧ )

fa-ittakhadhat
فَٱتَّخَذَتْ
maka ia mengambil/mengadakan
min
مِن
dari
dūnihim
دُونِهِمْ
selain mereka
ḥijāban
حِجَابًا
tabir
fa-arsalnā
فَأَرْسَلْنَآ
lalu Kami mengutus
ilayhā
إِلَيْهَا
kepadanya
rūḥanā
رُوحَنَا
ruh Kami
fatamathala
فَتَمَثَّلَ
maka dia menyerupai
lahā
لَهَا
padanya/dihadapannya
basharan
بَشَرًا
manusia
sawiyyan
سَوِيًّا
sama/sebenarnya

“Fāttakhadhat Min Dūnihim Ĥijābāan Fa'arsalnā 'Ilayhā Rūĥanā Fatamaththala Lahā Basharāan Sawīyāan.” (Maryam/19:17)

Artinya:

“lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.” (QS. Maryam: 17)

Sampai di tempat yang diinginkan, lalu dia memasang tabir yang memisahkan dan melindunginya dari mereka. Lalu Kami mengutus roh Kami, yaitu Jibril, kepadanya untuk menyampaikan pesan Kami. Begitu Jibril sampai, maka dia menjelma atau menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna, anggun, berwibawa, dan simpatik.