Skip to main content

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ  ( مَرْيَم: ٥ )

wa-innī
وَإِنِّى
dan sesungguhnya aku
khif'tu
خِفْتُ
aku takut/khawatir
l-mawāliya
ٱلْمَوَٰلِىَ
kaum keluargaku
min
مِن
dari
warāī
وَرَآءِى
belakangku/sepeninggalku
wakānati
وَكَانَتِ
dan adalah
im'ra-atī
ٱمْرَأَتِى
istriku
ʿāqiran
عَاقِرًا
seorang yang mandul
fahab
فَهَبْ
maka berilah
لِى
bagiku
min
مِن
dari
ladunka
لَّدُنكَ
sisi Engkau
waliyyan
وَلِيًّا
penolong

“Wa 'Innī Khiftu Al-Mawāliya Min Warā'ī Wa Kānat Amra'atī `Āqirāan Fahab Lī Min Ladunka Walīyāan.” (Maryam/19:5)

Artinya:

“Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,” (QS. Maryam: 5)

Dan sungguh, di masa tuaku ini aku selalu merasa khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku kelak bila Engkau memanggilku, padahal istriku seorang yang mandul sejak masa mudanya, maka anugerahilah aku dengan rahmat dan kasih sayang-Mu seorang anak dari sisi-Mu yang akan melanjutkan keturunanku dan menggantikanku menyebarkan hukum dan ajaran-Mu.