Skip to main content

تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ࣖ ۔  ( ٱلْبَقَرَة: ١٤١ )

til'ka
تِلْكَ
itulah
ummatun
أُمَّةٌ
umat
qad
قَدْ
sungguh
khalat
خَلَتْۖ
telah lalu
lahā
لَهَا
baginya
مَا
apa
kasabat
كَسَبَتْ
ia usahakan
walakum
وَلَكُم
dan bagimu
مَّا
apa
kasabtum
كَسَبْتُمْۖ
kamu usahakan
walā
وَلَا
dan tidak
tus'alūna
تُسْـَٔلُونَ
kamu ditanya
ʿammā
عَمَّا
dari/tentang apa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
yaʿmalūna
يَعْمَلُونَ
mereka kerjakan

“Tilka 'Ummatun Qad Khalat Lahā Mā Kasabat Wa Lakum Mā Kasabtum Wa Lā Tus'alūna `Ammā Kānū Ya`malūna.” (al-Baq̈arah/2:141)

Artinya:

“Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 141)

Itulah, yakni Nabi Ibrahim dan anak cucunya, umat yang telah lalu. Seandainya mereka benar menganut agama Yahudi atau Nasrani seperti yang kamu duga, perbuatan mereka tidak akan berguna bagi kamu karena mereka mengamalkan agamanya dengan benar, se dangkan kamu tidak. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban ten-tang apa yang dahulu mereka kerjakan.