Skip to main content

اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ١٥٧ )

ulāika
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
ṣalawātun
صَلَوَٰتٌ
kehormatan/keberkatan
min
مِّن
dari
rabbihim
رَّبِّهِمْ
Tuhan mereka
waraḥmatun
وَرَحْمَةٌۖ
dan rahmat
wa-ulāika
وَأُو۟لَٰٓئِكَ
dan mereka itu
humu
هُمُ
mereka
l-muh'tadūna
ٱلْمُهْتَدُونَ
orang-orang yang mendapat petunjuk

“'Ūlā'ika `Alayhim Şalawātun Min Rabbihim Wa Raĥmatun Wa 'Ūlā'ika Hum Al-Muhtadūna.” (al-Baq̈arah/2:157)

Artinya:

“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157)

Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan Kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, Inna  lilla hi wa inna  ilaihi ra ji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.