Skip to main content

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ  ( ٱلْبَقَرَة: ٢٠٨ )

yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
ud'khulū
ٱدْخُلُوا۟
masuklah
فِى
kedalam
l-sil'mi
ٱلسِّلْمِ
Islam
kāffatan
كَآفَّةً
keseluruhan
walā
وَلَا
dan janganlah
tattabiʿū
تَتَّبِعُوا۟
kamu ikuti
khuṭuwāti
خُطُوَٰتِ
langkah-langkah
l-shayṭāni
ٱلشَّيْطَٰنِۚ
syaitan
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya ia
lakum
لَكُمْ
bagi kalian
ʿaduwwun
عَدُوٌّ
musuh
mubīnun
مُّبِينٌ
nyata

“Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Adkhulū Fī As-Silmi Kāffatan Wa Lā Tattabi`ū Khuţuwāti Ash-Shayţāni 'Innahu Lakum `Adūwun Mubīnun.” (al-Baq̈arah/2:208)

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Kata as-silm atau as-salm di sini berarti Islam. Laksanakanlah Islam secara total, tidak setengah-setengah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan memecah belah kamu. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan seorang Yahudi bernama abdullah bin Salam. Ia memeluk Islam tetapi masih mengerjakan sejumlah ajaran Yahudi, seperti mengagungkan Hari Sabat dan enggan mengonsumsi daging dan susu unta.