Skip to main content

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ   ( ٱلْبَقَرَة: ٤٢ )

walā
وَلَا
dan jangan
talbisū
تَلْبِسُوا۟
kamu campur adukkan
l-ḥaqa
ٱلْحَقَّ
hak/kebenaran
bil-bāṭili
بِٱلْبَٰطِلِ
dengan yang bathil
wataktumū
وَتَكْتُمُوا۟
dan kamu sembunyikan
l-ḥaqa
ٱلْحَقَّ
hak/kebenaran
wa-antum
وَأَنتُمْ
dan kalian
taʿlamūna
تَعْلَمُونَ
(kalian) mengetahui

“Wa Lā Talbisū Al-Ĥaqqa Bil-Bāţili Wa Taktumū Al-Ĥaqqa Wa 'Antum Ta`lamūna.” (al-Baq̈arah/2:42)

Artinya:

“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 42)

Pada ayat ini, Allah memberikan larangan kepada Bani Israil untuk tidak mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan. Dan janganlah kamu, wahai Bani Israil, campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dengan memasukkan apa yang bukan firman Allah ke dalam Kitab Taurat, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran firman-firman Allah seperti berita akan datangnya Nabi Muhammad, sedangkan kamu mengetahuinya. Orang-orang Yahudi menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi Muhammad yang termaktub di dalam Taurat dengan maksud untuk menghalangi manusia beriman kepadanya.