Skip to main content

يَوْمَىِٕذٍ لَّا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَرَضِيَ لَهٗ قَوْلًا   ( طه: ١٠٩ )

yawma-idhin
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
لَّا
tidak
tanfaʿu
تَنفَعُ
manfaat/berguna
l-shafāʿatu
ٱلشَّفَٰعَةُ
syafaat/pertolongan
illā
إِلَّا
kecuali
man
مَنْ
orang
adhina
أَذِنَ
memberi izin
lahu
لَهُ
kepadanya
l-raḥmānu
ٱلرَّحْمَٰنُ
Maha Pengasih
waraḍiya
وَرَضِىَ
dan Dia rida
lahu
لَهُۥ
kepadanya
qawlan
قَوْلًا
perkataan

“Yawma'idhin Lā Tanfa`u Ash-Shafā`atu 'Illā Man 'Adhina Lahu Ar-Raĥmānu Wa Rađiya Lahu Qawlāan.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:109)

Artinya:

“Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.” (QS. Taha: 109)

Pada hari itu juga tidak berguna syafaat dan pertolongan orang tua, anak, atau kerabat, kecuali syafaat dari orang yang dicintai dan telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan orang itu juga telah Dia ridai perkataannya.