Skip to main content

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى   ( طه: ١٢٤ )

waman
وَمَنْ
dan barangsiapa
aʿraḍa
أَعْرَضَ
ia berpaling
ʿan
عَن
dari
dhik'rī
ذِكْرِى
peringatan-Ku
fa-inna
فَإِنَّ
maka sesungguhnya
lahu
لَهُۥ
baginya
maʿīshatan
مَعِيشَةً
penghidupan
ḍankan
ضَنكًا
sulit/sempit
wanaḥshuruhu
وَنَحْشُرُهُۥ
dan Kami akan mengumpulkannya
yawma
يَوْمَ
hari
l-qiyāmati
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
aʿmā
أَعْمَىٰ
buta

“Wa Man 'A`rađa `An Dhikrī Fa'inna Lahu Ma`īshatan Đankāan Wa Naĥshuruhu Yawma Al-Qiyāmati 'A`maá.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:124)

Artinya:

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”” (QS. Taha: 124)

Pada ayat ini Allah memberi peringatan dan ancaman bagi mereka yang berpaling dari petunjuk-Nya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku dan enggan mengikuti petunjuk-Ku, maka sungguh dia akan mendapat balasan dengan menjalani kehidupan yang sempit sehingga selalu merasa kurang meski sudah memperoleh banyak rezeki di dunia, dan Kami akan mengumpulkannya kelak pada hari kiamat dalam keadaan buta sehingga tidak dapat meniti jalan ke surga.