Skip to main content

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ   ( ٱلْأَنْبِيَاء: ١٠٥ )

walaqad
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
katabnā
كَتَبْنَا
telah Kami tuliskan
فِى
didalam
l-zabūri
ٱلزَّبُورِ
Zabur
min
مِنۢ
dari
baʿdi
بَعْدِ
sesudah
l-dhik'ri
ٱلذِّكْرِ
peringatan (Lauhul Mahfuz)
anna
أَنَّ
bahwasanya
l-arḍa
ٱلْأَرْضَ
bumi
yarithuhā
يَرِثُهَا
mewarisinya
ʿibādiya
عِبَادِىَ
hamba-hamba-Ku
l-ṣāliḥūna
ٱلصَّٰلِحُونَ
orang-orang yang saleh

“Wa Laqad Katabnā Fī Az-Zabūri Min Ba`di Adh-Dhikri 'Anna Al-'Arđa Yarithuhā `Ibādiya Aş-Şāliĥūna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:105)

Artinya:

“Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-Anbiya': 105)

Pada ayat yang lalu Allah menerangkan keadaan orang kafir dan orang beriman di akhirat. Pada ayat ini Allah menerangkan ketetapan-Nya tentang orang-orang yang mewarisi bumi. Dan sungguh, telah Kami tulis sebagai suatu ketetapan di dalam Zabur, yang diturunkan kepada Nabi Dawud dan Sulaiman, setelah tertulis di dalam Az-Zikr, yaitu di Lauh Mahfuz, bahwa bumi ini milik-Ku dan akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh, yaitu sanggup mengelola bumi dan memakmurkannya, mengambil manfaat dari kekayaan alamnya, serta sanggup memimpin masyarakat dan membangunnya dengan mengikuti petunjuk-Ku.