Skip to main content

وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَ ۚ  ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٧٠ )

wa-arādū
وَأَرَادُوا۟
dan mereka hendak
bihi
بِهِۦ
dengannya/kepadanya
kaydan
كَيْدًا
tipu-daya
fajaʿalnāhumu
فَجَعَلْنَٰهُمُ
maka Kami jadikan mereka
l-akhsarīna
ٱلْأَخْسَرِينَ
orang-orang yang merugi

“Wa 'Arādū Bihi Kaydāan Faja`alnāhum Al-'Akhsarīna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:70)

Artinya:

“Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.” (QS. Al-Anbiya': 70)

Raja Namrud dan seluruh rakyat Babilonia, Mesopotamia Timur, mengumpulkan kayu bakar dan membakar Ibrahim hidup-hidup karena mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim. Ini disebabkan keberanian Ibrahim menghancurkan patung dan menyadarkan mereka bahwa menyembah patung itu sesat. Ketahuilah, maka Kami, menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi, baik di dunia karena tidak bisa berpikir jernih, mengikuti akal sehat dan nurani, maupun di akhirat karena mendapatkan murka Allah dan kekal di dalam neraka.