Skip to main content

وَنُوْحًا اِذْ نَادٰى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ ۚ  ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٧٦ )

wanūḥan
وَنُوحًا
dan Nuh
idh
إِذْ
ketika
nādā
نَادَىٰ
dia berseru/berdo'a
min
مِن
dari
qablu
قَبْلُ
sebelum itu
fa-is'tajabnā
فَٱسْتَجَبْنَا
maka Kami memperkenankan
lahu
لَهُۥ
kepadanya (do'anya)
fanajjaynāhu
فَنَجَّيْنَٰهُ
lalu Kami menyelamatkannya
wa-ahlahu
وَأَهْلَهُۥ
dan keluarganya
mina
مِنَ
dari
l-karbi
ٱلْكَرْبِ
bencana
l-ʿaẓīmi
ٱلْعَظِيمِ
yang besar

“Wa Nūĥāan 'Idh Nādaá Min Qablu Fāstajabnā Lahu Fanajjaynāhu Wa 'Ahlahu Mina Al-Karbi Al-`Ažīmi.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:76)

Artinya:

“Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar.” (QS. Al-Anbiya': 76)

Dan ingat serta jadikanlah pelajaran kisah Nuh, sebelum Ibrahim dan Lut, ketika dia berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi,” (Lihat Surah Nùh/71: 26) karena mereka menolak beriman kepada Allah. Kami mengabulkan doa-nya, dengan menurunkan hujan dan banjir besar hingga orang-orang kafir itu tenggelam. Lalu Kami menyelamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana, banjir, yang besar, kecuali istri dan seorang anaknya.