Skip to main content

وَتَقَطَّعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْۗ كُلٌّ اِلَيْنَا رَاجِعُوْنَ ࣖ  ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٩٣ )

wataqaṭṭaʿū
وَتَقَطَّعُوٓا۟
dan mereka memotong
amrahum
أَمْرَهُم
urusan mereka
baynahum
بَيْنَهُمْۖ
diantara mereka
kullun
كُلٌّ
masing-masing/semuanya
ilaynā
إِلَيْنَا
kepada Kami
rājiʿūna
رَٰجِعُونَ
mereka kembali

“Wa Taqaţţa`ū 'Amrahum Baynahum Kullun 'Ilaynā Rāji`ūna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:93)

Artinya:

“Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya': 93)

Meskipun misi para nabi itu mengajarkan satu agama kepada manusia, yaitu agama tauhid, tetapi mereka, manusia, terpecah belah dalam urusan agama mereka di antara sesama mereka ke dalam berbagai agama. Ada yang lurus memegang prinsip tauhid dan ada pula yang menyimpang. Masing-masing golongan itu semua akan kembali kepada Kami di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama hidup di dunia.