Skip to main content

لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْۗ وَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَفِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍ ۙ  ( ٱلْحَجّ: ٥٣ )

liyajʿala
لِّيَجْعَلَ
karena Dia hendak menjadikan
مَا
apa yang
yul'qī
يُلْقِى
dimasukkan
l-shayṭānu
ٱلشَّيْطَٰنُ
syaitan
fit'natan
فِتْنَةً
fitnah/cobaan
lilladhīna
لِّلَّذِينَ
bagi orang-orang yang
فِى
dalam
qulūbihim
قُلُوبِهِم
hati mereka
maraḍun
مَّرَضٌ
penyakit
wal-qāsiyati
وَٱلْقَاسِيَةِ
dan keras
qulūbuhum
قُلُوبُهُمْۗ
hati mereka
wa-inna
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
l-ẓālimīna
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang yang zalim
lafī
لَفِى
benar-benar dalam
shiqāqin
شِقَاقٍۭ
pertentangan
baʿīdin
بَعِيدٍ
yang jauh

“Liyaj`ala Mā Yulqī Ash-Shayţānu Fitnatan Lilladhīna Fī Qulūbihim Marađun Wa Al-Qāsiyati Qulūbuhum Wa 'Inna Až-Žālimīna Lafī Shiqāqin Ba`īdin.” (al-Ḥajj/22:53)

Artinya:

“Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permu-suhan yang jauh,” (QS. Al-Hajj: 53)

Allah mengizinkan setan menyisipkan kata-kata sesat ke dalam ayat-ayat-Nya ketika diwahyukan, karena Dia ingin menjadikan kata-kata sesat yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan yang bisa menyesatkan, bagi orang-orang yang lemah iman yaitu bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit kemunafikan dan orang yang berhati keras sehingga tertutup dari cahaya Allah. Dan sungguh orang-orang yang zalim itu, karena meyakini kata-kata setan itu bagian dari wahyu Allah, benar-benar dalam permusuhan terhadap Allah dan Rasul-Nya yang jauh dari kebenaran.