Skip to main content

ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَاطِلُ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ   ( ٱلْحَجّ: ٦٢ )

dhālika
ذَٰلِكَ
demikianlah
bi-anna
بِأَنَّ
karena sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
huwa
هُوَ
Dia
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّ
hak
wa-anna
وَأَنَّ
dan sesungguhnya
مَا
apa
yadʿūna
يَدْعُونَ
mereka seru
min
مِن
dari
dūnihi
دُونِهِۦ
selain Dia
huwa
هُوَ
ia/itu
l-bāṭilu
ٱلْبَٰطِلُ
palsu/batil
wa-anna
وَأَنَّ
dan sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
huwa
هُوَ
Dia
l-ʿaliyu
ٱلْعَلِىُّ
Maha Tinggi
l-kabīru
ٱلْكَبِيرُ
Maha Besar

“Dhālika Bi'anna Allāha Huwa Al-Ĥaqqu Wa 'Anna Mā Yad`ūna Min Dūnihi Huwa Al-Bāţilu Wa 'Anna Allāha Huwa Al-`Alīyu Al-Kabīru.” (al-Ḥajj/22:62)

Artinya:

“Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. Al-Hajj: 62)

Demikianlah, Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, karena Allah, Dialah Tuhan yang Hak sehingga hanya Dia yang berhak disembah. Dan sungguh apa saja yang mereka seru selain Dia yang dianggap tuhan dan disembah, itulah tuhan dan persembahan yang batil, salah, sesat, dan jauh dari kebenaran; dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi dari semua tuhan-tuhan yang dianggap tinggi oleh manusia; Mahabesar, kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.