Skip to main content

اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ  ( المؤمنون: ٦ )

illā
إِلَّا
kecuali
ʿalā
عَلَىٰٓ
atas/terhadap
azwājihim
أَزْوَٰجِهِمْ
isteri-isteri mereka
aw
أَوْ
atau
مَا
apa (budak)
malakat
مَلَكَتْ
memiliki
aymānuhum
أَيْمَٰنُهُمْ
tangan kanan mereka
fa-innahum
فَإِنَّهُمْ
maka sesungguhnya mereka
ghayru
غَيْرُ
budak/tidak
malūmīna
مَلُومِينَ
tercela

'Illā `Alaá 'Azwājihim 'W Mā Malakat 'Aymānuhum Fa'innahum Ghayru Malūmīna. (al-Muʾminūn 23:6)

Artinya:

kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. (QS. [23] Al-Mu'minun : 6)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Dan selain orang-orang yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya, berbahagialah orang yang memelihara kemaluannya dan tidak menya-lurkan kebutuhan biologisnya melalui hal dan cara yang tidak dibenarkan, kecuali terbatas dalam melakukannya terhadap pasangan-pasangan mereka yang sah secara agama atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam menyalurkan kebutuhan biologis terhadap pasangan dan budak mereka itu tidak tercela, selama mereka tidak melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Tetapi, barang siapa mencari pelampiasan hawa nafsu di balik itu, di antaranya dengan berbuat zina, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, sehingga pantas menerima celaan atau siksa.