Skip to main content

اِذْ تَلَقَّوْنَهٗ بِاَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُوْلُوْنَ بِاَفْوَاهِكُمْ مَّا لَيْسَ لَكُمْ بِهٖ عِلْمٌ وَّتَحْسَبُوْنَهٗ هَيِّنًاۙ وَّهُوَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمٌ ۚ  ( النور: ١٥ )

idh
إِذْ
tatkala
talaqqawnahu
تَلَقَّوْنَهُۥ
kamu menerimanya
bi-alsinatikum
بِأَلْسِنَتِكُمْ
dengan lidah/lisan kamu
wataqūlūna
وَتَقُولُونَ
dan kamu katakan
bi-afwāhikum
بِأَفْوَاهِكُم
dengan mulut-mulut kamu
مَّا
apa
laysa
لَيْسَ
yang tidak
lakum
لَكُم
bagi kalian
bihi
بِهِۦ
dengannya/tentang itu
ʿil'mun
عِلْمٌ
pengetahuan (ketahui)
wataḥsabūnahu
وَتَحْسَبُونَهُۥ
dan kamu mengiranya
hayyinan
هَيِّنًا
ringan
wahuwa
وَهُوَ
dan ia/itu
ʿinda
عِندَ
di sisi
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
ʿaẓīmun
عَظِيمٌ
besar

'Idh Talaqqawnahu Bi'alsinatikum Wa Taqūlūna Bi'afwāhikum Mā Laysa Lakum Bihi `Ilmun Wa Taĥsabūnahu Hayyināan Wa Huwa `Inda Allāhi `Ažīmun. (an-Nūr 24:15)

Artinya:

(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar. (QS. [24] An-Nur : 15)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Kelompok ayat ini menggambarkan situasi ketika kabar bohong itu tersebar. Ingatlah ketika kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu sendiri, bukan dengan isyarat, apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun duduk persoalannya, dan kamu menganggapnya sesuatu yang remeh dan tidak penting, padahal dalam pandangan Allah berita bohong itu adalah soal besar dan perbuatan yang sangat buruk.