Skip to main content

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ  ( ٱلنُّور: ٥٥ )

waʿada
وَعَدَ
telah berjanji
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
minkum
مِنكُمْ
diantara kamu
waʿamilū
وَعَمِلُوا۟
dan mereka beramal
l-ṣāliḥāti
ٱلصَّٰلِحَٰتِ
kebajikan/saleh
layastakhlifannahum
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ
sungguh Dia menjadikan mereka berkuasa
فِى
di
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
kamā
كَمَا
sebagaimana
is'takhlafa
ٱسْتَخْلَفَ
berkuasa
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
min
مِن
dari
qablihim
قَبْلِهِمْ
sebelum mereka
walayumakkinanna
وَلَيُمَكِّنَنَّ
dan sungguh Dia akan meneguhkan
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
dīnahumu
دِينَهُمُ
agama mereka
alladhī
ٱلَّذِى
yang
ir'taḍā
ٱرْتَضَىٰ
Dia rida
lahum
لَهُمْ
untuk mereka
walayubaddilannahum
وَلَيُبَدِّلَنَّهُم
dan sungguh Dia akan mengganti mereka
min
مِّنۢ
dari
baʿdi
بَعْدِ
sesudah
khawfihim
خَوْفِهِمْ
takut mereka
amnan
أَمْنًاۚ
aman sentosa
yaʿbudūnanī
يَعْبُدُونَنِى
mereka menyembah-Ku
لَا
tidak
yush'rikūna
يُشْرِكُونَ
mereka mempersekutukan
بِى
dengan Aku
shayan
شَيْـًٔاۚ
sesuatu
waman
وَمَن
dan barangsiapa
kafara
كَفَرَ
ia kafir
baʿda
بَعْدَ
sesudah
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian/itu
fa-ulāika
فَأُو۟لَٰٓئِكَ
maka mereka itu
humu
هُمُ
mereka
l-fāsiqūna
ٱلْفَٰسِقُونَ
orang-orang yang fasik

“Wa`ada Allāhu Al-Ladhīna 'Āmanū Minkum Wa `Amilū Aş-Şāliĥāti Layastakhlifannahum Fī Al-'Arđi Kamā Astakhlafa Al-Ladhīna Min Qablihim Wa Layumakkinanna Lahum Dīnahumu Al-Ladhī Artađaá Lahum Wa Layubaddilannahum Min Ba`di Khawfihim 'Amnāan Ya`budūnanī Lā Yushrikūna Bī Shay'āan Wa Man Kafara Ba`da Dhālika Fa'ūlā'ika Hum Al-Fāsiqūna.” (an-Nūr/24:55)

Artinya:

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur: 55)

Allah menjanjikan hidayah bagi mereka yang taat kepada-Nya dan Rasul-Nya. Melalui ayat ini Allah menegaskan janji lainnya bagi yang beriman dan beramal salih. Allah telah menjanjikan secara pasti kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, yaitu semua aktivitas yang bermanfaat sesuai tuntunan agama, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi seperti kuasa raja atas kerajaannya, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah keadaan mereka setelah berada dalam ketakutan yang mencekam menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun, baik secara nyata atau tersembunyi. Tetapi, barang siapa tetap kafir setelah janji yang pasti itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik dan keluar dari koridor agama.
Melalui ayat ini Allah menetapkan dua syarat bagi orang-orang yang ingin memperoleh kekuasaan dan rasa aman, yaitu beriman dengan benar dan berbuat kebajikan. Bila kedua syarat itu terpenuhi dalam suatu masyarakat, pasti janji Allah itu akan menjadi nyata.