Skip to main content

وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا   ( ٱلْفُرْقَان: ٧٢ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
لَا
(mereka) tidak
yashhadūna
يَشْهَدُونَ
memberikan kesaksian
l-zūra
ٱلزُّورَ
palsu
wa-idhā
وَإِذَا
dan apabila
marrū
مَرُّوا۟
mereka melalui
bil-laghwi
بِٱللَّغْوِ
dengan perkara sia-sia
marrū
مَرُّوا۟
mereka melalui
kirāman
كِرَامًا
kemuliaan/kehormatan

“Wa Al-Ladhīna Lā Yash/hadūna Az-Zūra Wa 'Idhā Marrū Bil-Laghwi Marrū Kirāmāan.” (al-Furq̈ān/25:72)

Artinya:

“Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,” (QS. Al-Furqan: 72)

Dan sifat-sifat utama lainnya dari 'ibadurrahman adalah orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, yang sengaja dilakukan seseorang padahal dia tahu bahwa hal itu bohong belaka. Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, baik perkataan ataupun perbuatan yang sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya. Mereka tidak menghiraukannya dan tidak memedulikannya. Sebagai seorang muslim, setiap langkahnya harus membawa kemanfaatan bagi kehidupannya yang akan dibawa setelah dia meninggal.