Skip to main content

وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا   ( ٱلْفُرْقَان: ٧٣ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
idhā
إِذَا
apabila
dhukkirū
ذُكِّرُوا۟
mereka diberi peringatan
biāyāti
بِـَٔايَٰتِ
dengan ayat-ayat
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
lam
لَمْ
tidak
yakhirrū
يَخِرُّوا۟
mereka tunduk
ʿalayhā
عَلَيْهَا
atasnya/kepadanya
ṣumman
صُمًّا
orang-orang tuli
waʿum'yānan
وَعُمْيَانًا
dan orang-orang buta

“Wa Al-Ladhīna 'Idhā Dhukkirū Bi'āyāti Rabbihim Lam Yakhirrū `Alayhā Şummāan Wa `Umyānāan.” (al-Furq̈ān/25:73)

Artinya:

“dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,” (QS. Al-Furqan: 73)

Sifat ‘ibàdurrahmàn berikutnya adalah orang-orang yang apabila diberi peringatan oleh Allah atau nabi-Nya dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta, tapi mereka mendengar peringatan tersebut dengan penuh perhatian dan sikap yang penuh kepedulian.