Skip to main content

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ   ( ٱلشُّعَرَاء: ٧ )

awalam
أَوَلَمْ
ataukah tidak
yaraw
يَرَوْا۟
mereka memperhatikan
ilā
إِلَى
kepada
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
kam
كَمْ
berapa banyak
anbatnā
أَنۢبَتْنَا
Kami telah tumbuhkan
fīhā
فِيهَا
di dalamnya/di atasnya
min
مِن
dari
kulli
كُلِّ
macam-macam
zawjin
زَوْجٍ
pasangan/jenis
karīmin
كَرِيمٍ
mulia/baik

“'Awalam Yaraw 'Ilaá Al-'Arđi Kam 'Anbatnā Fīhā Min Kulli Zawjin Karīmin.” (aš-Šuʿarāʾ/26:7)

Artinya:

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan (tumbuh-tumbuhan) yang baik?” (QS. Asy-Syu'ara': 7)

Allah kemudian mengajak mereka untuk belajar dari alam seluruh, agar mereka tahu bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk disembah. Dan apakah mereka yaitu orang musyrik itu tidak memperhatikan apa yang mereka lihat di hamparan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan tumbuh-tumbuhan yang baik dan membawa banyak sekali kemanfaatan bagi manusia. Bukankah itu pertanda atas kekuasaan Allah, dan anugerah-Nya yang tak terhingga kepada manusia?