Skip to main content

وَاَدْخِلْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍۙ فِيْ تِسْعِ اٰيٰتٍ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهٖۚ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ   ( ٱلنَّمْل: ١٢ )

wa-adkhil
وَأَدْخِلْ
dan masukkanlah
yadaka
يَدَكَ
tanganmu
فِى
dalam
jaybika
جَيْبِكَ
sakumu
takhruj
تَخْرُجْ
ia akan keluar
bayḍāa
بَيْضَآءَ
putih
min
مِنْ
dari
ghayri
غَيْرِ
tidak
sūin
سُوٓءٍۖ
seburuk-buruk
فِى
dalam
tis'ʿi
تِسْعِ
sembilan
āyātin
ءَايَٰتٍ
ayat-ayat
ilā
إِلَىٰ
kepada
fir'ʿawna
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
waqawmihi
وَقَوْمِهِۦٓۚ
dan kaumnya
innahum
إِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
qawman
قَوْمًا
kaum
fāsiqīna
فَٰسِقِينَ
mereka fasik

“Wa 'Adkhil Yadaka Fī Jaybika Takhruj Bayđā'a Min Ghayri Sū'in Fī Tis`i 'Āyātin 'Ilaá Fir`awna Wa Qawmihi 'Innahum Kānū Qawmāan Fāsiqīna.” (an-Naml/27:12)

Artinya:

“Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik.”” (QS. An-Naml: 12)

Allah ingin memperlihatkan bukti lain akan kemahakuasaan-Nya. Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia, tanganmu itu, akan keluar menjadi putih bersinar berkilauan tanpa cacat. Nabi Musa pun menuruti perintah itu, dan terbukti benar apa yang dikatakan Allah. Kedua mukjizat ini termasuk sembilan macam mukjizat yang diperlihatkan kepada Fir‘aun dan kaumnya. Kesembilan mukjizat itu ialah: tongkat dan tangan Nabi Musa, berkurangnya hasil tanaman, banjir, belalang, kutu, katak, dan darah. Tapi semua itu tidak berarti bagi mereka. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik yang telah keluar dari aturan-aturan agama.