Skip to main content

وَاَتْبَعْنٰهُمْ فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ هُمْ مِّنَ الْمَقْبُوْحِيْنَ ࣖ  ( ٱلْقَصَص: ٤٢ )

wa-atbaʿnāhum
وَأَتْبَعْنَٰهُمْ
dan Kami ikutkan/iringkan mereka
فِى
dalam
hādhihi
هَٰذِهِ
ini
l-dun'yā
ٱلدُّنْيَا
dunia
laʿnatan
لَعْنَةًۖ
kutukan
wayawma
وَيَوْمَ
dan pada hari
l-qiyāmati
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
hum
هُم
mereka
mina
مِّنَ
dari/termasuk
l-maqbūḥīna
ٱلْمَقْبُوحِينَ
orang-orang yang dijelekkan

“Wa 'Atba`nāhum Fī Hadhihi Ad-Dunyā La`natan Wa Yawma Al-Qiyāmati Hum Mina Al-Maqbūĥīna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:42)

Artinya:

“Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS. Al-Qasas: 42)

Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini berupa kehinaan dan kemurkaan dari Kami; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan dari kebaikan, rahmat dan karunia Allah. Adakah siksa yang lebih pedih dari itu semua? Untuk menghindari azab tersebut, Allah memberi jalan keselamatan kepada manusia di zaman Nabi Musa, yaitu dengan berpegang teguh kepada kita suci Taurat seperti dijelaskan pada ayat berikut.