Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
لَا
tidak
تَكُونُوا۟
kalian menjadi
كَٱلَّذِينَ
seperti orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
لِإِخْوَٰنِهِمْ
kepada saudara-saudara mereka
إِذَا
tatkala
ضَرَبُوا۟
mereka mengadakan perjalanan
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
bumi
أَوْ
atau
كَانُوا۟
mereka adalah
غُزًّى
(dalam) peperangan
لَّوْ
sekiranya
كَانُوا۟
mereka adalah
عِندَنَا
di sisi/bersama-sama kita
مَا
tidak
مَاتُوا۟
mereka mati
وَمَا
dan tidak
قُتِلُوا۟
mereka terbunuh
لِيَجْعَلَ
karena akan menjadikan
ٱللَّهُ
Allah
ذَٰلِكَ
demikian itu
حَسْرَةً
kerugian/penyesalan
فِى
dalam
قُلُوبِهِمْۗ
hati mereka
وَٱللَّهُ
dan Allah
يُحْىِۦ
Dia menghidupkan
وَيُمِيتُۗ
dan Dia mematikan
وَٱللَّهُ
dan Allah
بِمَا
dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan
بَصِيرٌ
Maha Melihat

Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Lā Takūnū Kālladhīna Kafarū Wa Qālū Li'khwānihim 'Idhā Đarabū Fī Al-'Arđi 'Aw Kānū Ghuzzan Law Kānū `Indanā Mā Mātū Wa Mā Qutilū Liyaj`ala Allāhu Dhālika Ĥasratan Fī Qulūbihim Wa Allāhu Yuĥyī Wa Yumītu Wa Allāhu Bimā Ta`malūna Başīrun.

Tafsir Bahasa:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, “Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(156) Tentang semangat berjihad pada orang-orang yang beriman yang sudah tertanam, Allah melarang mereka menganut kepercayaan seperti kepercayaan orang-orang kafir yang berkata mengenai teman-temannya yang mati sewaktu dalam perjalanan atau berperang. "Kalau mereka, orang-orang mukmin itu tetap bersama kita, tidak pergi berperang, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh." Kepercayaan dan perkataan itu, bukan saja tidak benar, tetapi juga menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam, padahal soal hidup dan mati adalah di tangan Allah. Dialah yang menghidupkan dan mematikan semua makhluk-makhluk-Nya menurut waktu, tempat dan sebab yang telah ditetapkan.