Skip to main content

هٰٓاَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ حَاجَجْتُمْ فِيْمَا لَكُمْ بِهٖ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاۤجُّوْنَ فِيْمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهٖ عِلْمٌ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ واَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ  ( آلِ عِمْرَان: ٦٦ )

hāantum
هَٰٓأَنتُمْ
beginilah kamu
hāulāi
هَٰٓؤُلَآءِ
(kamu) ini
ḥājajtum
حَٰجَجْتُمْ
(kamu) berbantahan
fīmā
فِيمَا
tentang apa
lakum
لَكُم
bagi kalian
bihi
بِهِۦ
dengannya
ʿil'mun
عِلْمٌ
pengetahuan
falima
فَلِمَ
maka mengapa
tuḥājjūna
تُحَآجُّونَ
kamu berbantahan
fīmā
فِيمَا
tentang apa
laysa
لَيْسَ
tidak ada
lakum
لَكُم
bagi kalian
bihi
بِهِۦ
dengannya
ʿil'mun
عِلْمٌۚ
pengetahuan
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
yaʿlamu
يَعْلَمُ
Dia mengetahui
wa-antum
وَأَنتُمْ
dan kalian
لَا
tidak
taʿlamūna
تَعْلَمُونَ
(kalian) mengetahui

“Hā'antum Hā'uulā' Ĥājajtum Fīmā Lakum Bihi `Ilmun Falima Tuĥājjūna Fīmā Laysa Lakum Bihi `Ilmun Wa Allāhu Ya`lamu Wa 'Antum Lā Ta`lamūna.” (ʾĀl ʿImrān/3:66)

Artinya:

“Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Ali 'Imran: 66)

Selanjutnya Allah memberi isyarat tentang ketidakbenaran anggapan mereka sekaligus kebodohan mereka tentang Nabi Ibrahim. Begitulah kenyataan yang terjadi di antara kamu! Kamu bukan saja berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, yaitu tentang Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad, tetapi kamu juga berbantah-bantahan tentang apa yang tidak kamu ketahui, yaitu tentang Nabi Ibrahim? Padahal Allah mengetahui sejarah masing-masing, lalu Dia menginformasikan kepada kalian melalui rasul-Nya yang terakhir, Nabi Muhammad, sedang kamu tidak mengetahui melainkan hanya dugaan semata yang tidak memiliki alasan yang kuat.