Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَلَا
dan tidak
يَأْمُرَكُمْ
ia menyuruhmu
أَن
bahwa
تَتَّخِذُوا۟
kamu menjadikan
ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ
Malaikat
وَٱلنَّبِيِّۦنَ
dan para Nabi
أَرْبَابًاۗ
(sebagai) Tuhan
أَيَأْمُرُكُم
apakah ia menyuruh kamu
بِٱلْكُفْرِ
dengan (berbuat) kekafiran
بَعْدَ
sesudah
إِذْ
ketika
أَنتُم
kamu
مُّسْلِمُونَ
(beragama) Islam

Wa Lā Ya'murakum 'An Tattakhidhū Al-Malā'ikata Wa An-Nabīyīna 'Arbābāan 'Aya'murukum Bil-Kufri Ba`da 'Idh 'Antum Muslimūna.

Tafsir Bahasa:

dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim?

(80). Tidak pantas bagi seorang manusia yang telah diberi wahyu oleh Allah, kemudian memerintahkan kepada manusia untuk menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Hal itu seluruhnya tidak pernah dilakukan oleh para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw. Yang pernah terjadi ialah orang-orang Arab menyembah malaikat. Orang Yahudi menyembah Uzair dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih, yang dianggap sebagai putra Tuhan. Semua tindakan ini bertentangan dengan ajaran-ajaran yang dibawa oleh para nabi karena nabi-nabi itu semuanya menyuruh manusia untuk menyembah Allah Yang Maha Esa.