Skip to main content

لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ  ( ٱلرُّوم: ٤٥ )

liyajziya
لِيَجْزِىَ
karena Dia akan memberi balasan
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
waʿamilū
وَعَمِلُوا۟
dan mereka beramal
l-ṣāliḥāti
ٱلصَّٰلِحَٰتِ
kebajikan/saleh
min
مِن
dari
faḍlihi
فَضْلِهِۦٓۚ
karunia-Nya
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya Dia
لَا
tidak
yuḥibbu
يُحِبُّ
Dia menyukai
l-kāfirīna
ٱلْكَٰفِرِينَ
orang-orang yang kafir

“Liyajziya Al-Ladhīna 'Āmanū Wa `Amilū Aş-Şāliĥāti Min Fađlihi 'Innahu Lā Yuĥibbu Al-Kāfirīna.” (ar-Rūm/30:45)

Artinya:

“agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).” (QS. Ar-Rum: 45)

Allah memasukkan mereka ke surga agar Allah memberi balasan pahala kepada orang-orang yang beriman dan diwujudkan dengan mengerjakan kebajikan dari sebab karunia-Nya, bukan semata-mata keimanan dan amal salehnya. Sungguh, kenikmatan surga bagi orang mukmin sebagai wujud rahmat-Nya dan azab neraka bagi orang-orang kafir sebagai benuk keadilan-Nya, karena sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang kafir.