Skip to main content

فَانْظُرْ اِلٰٓى اٰثٰرِ رَحْمَتِ اللّٰهِ كَيْفَ يُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتٰىۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  ( ٱلرُّوم: ٥٠ )

fa-unẓur
فَٱنظُرْ
maka perhatikanlah
ilā
إِلَىٰٓ
kepada
āthāri
ءَاثَٰرِ
bekas-bekas
raḥmati
رَحْمَتِ
rahmat
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
yuḥ'yī
يُحْىِ
Dia menghidupkan
l-arḍa
ٱلْأَرْضَ
bumi
baʿda
بَعْدَ
sesudah
mawtihā
مَوْتِهَآۚ
matinya
inna
إِنَّ
sesungguhnya
dhālika
ذَٰلِكَ
yang demikian
lamuḥ'yī
لَمُحْىِ
benar-benar menghidupkan
l-mawtā
ٱلْمَوْتَىٰۖ
orang mati
wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
ʿalā
عَلَىٰ
atas
kulli
كُلِّ
segala
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
qadīrun
قَدِيرٌ
Maha Kuasa

“Fānžur 'Ilaá 'Āthāri Raĥmati Allāhi Kayfa Yuĥyī Al-'Arđa Ba`da Mawtihā 'Inna Dhālika Lamuĥyī Al-Mawtaá Wa Huwa `Alaá Kulli Shay'in Qadīrun.” (ar-Rūm/30:50)

Artinya:

“Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ar-Rum: 50)

Demikianlah cara Allah menurunkan hujan. Maka, perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, berupa hujan, bagaimana Allah melalui air hujan itu menghidupkan bumi setelah mati atau kering. Sungguh, jika Allah mampu menghidupkan bumi yang sudah kering dengan air hujan, itu berarti Dia pasti berkuasa juga untuk menghidupkan manusia yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.