Skip to main content

فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۚ اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ  ( ٱلسَّجْدَة: ١٤ )

fadhūqū
فَذُوقُوا۟
maka rasakanlah
bimā
بِمَا
dengan apa
nasītum
نَسِيتُمْ
kamu telah melupakan
liqāa
لِقَآءَ
pertemuan
yawmikum
يَوْمِكُمْ
harimu
hādhā
هَٰذَآ
ini
innā
إِنَّا
sesungguhnya Kami
nasīnākum
نَسِينَٰكُمْۖ
Kami melupakan kamu
wadhūqū
وَذُوقُوا۟
dan rasakanlah
ʿadhāba
عَذَابَ
azab
l-khul'di
ٱلْخُلْدِ
kekal
bimā
بِمَا
dengan apa/sebab
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
taʿmalūna
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan

“Fadhūqū Bimā Nasītum Liqā'a Yawmikum Hādhā 'Innā Nasīnākum Wa Dhūqū `Adhāba Al-Khuldi Bimā Kuntum Ta`malūna.” (as-Sajdah/32:14)

Artinya:

“Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan.”” (QS. As-Sajdah: 14)

Wahai manusia yang kafir, kamu layak mendapat kehinaan itu, maka rasakanlah olehmu azab ini disebabkan kamu telah mendustakan dan melalaikan pertemuan dengan harimu ini, yakni hari Kiamat. Karena kamu melalaikan pertemuan ini dan tidak mempersipkan diri dengan iman dan amal saleh, sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan tidak memberi kamu naungan di hari yang tidak akan kamu temukan naungan selain dari-Ku, dan rasakanlah azab yang kekal sebagai balasan atas apa yang telah kamu kerjakan di dunia.”