Skip to main content

قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْفَعُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِيْمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ  ( ٱلسَّجْدَة: ٢٩ )

qul
قُلْ
katakanlah
yawma
يَوْمَ
pada hari
l-fatḥi
ٱلْفَتْحِ
kemenangan
لَا
tidak
yanfaʿu
يَنفَعُ
berguna
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوٓا۟
kafir/ingkar
īmānuhum
إِيمَٰنُهُمْ
iman mereka
walā
وَلَا
dan tidaklah
hum
هُمْ
mereka
yunẓarūna
يُنظَرُونَ
mereka diberi tangguh

“Qul Yawma Al-Fatĥi Lā Yanfa`u Al-Ladhīna Kafarū 'Īmānuhum Wa Lā Hum Yunžarūna.” (as-Sajdah/32:29)

Artinya:

“Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan.”” (QS. As-Sajdah: 29)

Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad untuk menanggapi pertanyaan kaum kafir itu. Katakanlah, “Ketahuilah, pada hari kemenangan itu, yaitu hari kiamat ketika setiap manusia akan memperoleh putusan dan balasan dengan adil, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir itu keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan untuk dikembalikan ke dunia supaya bertobat, beriman, dan beramal saleh.