Skip to main content

يُدَبِّرُ الْاَمْرَ مِنَ السَّمَاۤءِ اِلَى الْاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗٓ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ  ( ٱلسَّجْدَة: ٥ )

yudabbiru
يُدَبِّرُ
Dia mengatur
l-amra
ٱلْأَمْرَ
urusan
mina
مِنَ
dari
l-samāi
ٱلسَّمَآءِ
langit
ilā
إِلَى
sampai
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
thumma
ثُمَّ
kemudian
yaʿruju
يَعْرُجُ
ia naik
ilayhi
إِلَيْهِ
kepada-Nya
فِى
dalam
yawmin
يَوْمٍ
satu hari
kāna
كَانَ
adalah
miq'dāruhu
مِقْدَارُهُۥٓ
ukurannya
alfa
أَلْفَ
seribu
sanatin
سَنَةٍ
tahun
mimmā
مِّمَّا
dari apa(menurut)
taʿuddūna
تَعُدُّونَ
perhitunganmu

“Yudabbiru Al-'Amra Mina As-Samā'i 'Ilaá Al-'Arđi Thumma Ya`ruju 'Ilayhi Fī Yawmin Kāna Miqdāruhu 'Alfa Sanatin Mimmā Ta`uddūna.” (as-Sajdah/32:5)

Artinya:

“Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. As-Sajdah: 5)

Keteraturan alam membuktikan kekuasaan dan keesaan-Nya. Dia mengatur segala urusan makhluk-Nya dari langit, yakni alam malakut, ke bumi, yakni alam bumi, kemudian urusan itu dibawa naik oleh malaikat kepada-Nya dalam satu hari yang kadar atau lama-nya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.