Skip to main content

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ   ( ٱلْأَحْزَاب: ١ )

yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
l-nabiyu
ٱلنَّبِىُّ
Nabi
ittaqi
ٱتَّقِ
bertakwalah
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
walā
وَلَا
dan jangan
tuṭiʿi
تُطِعِ
kamu mentaati
l-kāfirīna
ٱلْكَٰفِرِينَ
orang-orang kafir
wal-munāfiqīna
وَٱلْمُنَٰفِقِينَۗ
dan orang-orang munafik
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
kāna
كَانَ
adalah
ʿalīman
عَلِيمًا
Maha Mengetahui
ḥakīman
حَكِيمًا
Maha Bijaksana

“Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu Attaqi Allāha Wa Lā Tuţi` Al-Kāfirīna Wa Al-Munāfiqīna 'Inna Allāha Kāna `Alīmāan Ĥakīmāan.” (al-ʾAḥzāb/33:1)

Artinya:

“Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,” (QS. Al-Ahzab: 1)

Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; dan karenanya janganlah engkau menuruti keinginan orang-orang kafir agar engkau berpaling dari ketaatan kepada Allah, dan janganlah engkau menuruti kehendak orang-orang munafik agar engkau duduk bersama mereka dan menjauhi kaum duafa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akibatnya, Mahabijaksana dalam segala firman dan aturan-Nya.