Skip to main content

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلٰى فِيْ بُيُوْتِكُنَّ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ وَالْحِكْمَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ لَطِيْفًا خَبِيْرًا ࣖ   ( ٱلْأَحْزَاب: ٣٤ )

wa-udh'kur'na
وَٱذْكُرْنَ
dan ingatlah
مَا
apa
yut'lā
يُتْلَىٰ
yang dibacakan
فِى
pada
buyūtikunna
بُيُوتِكُنَّ
rumahmu
min
مِنْ
dari
āyāti
ءَايَٰتِ
ayat-ayat
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
wal-ḥik'mati
وَٱلْحِكْمَةِۚ
dan hikmah/kebijaksanaan
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
kāna
كَانَ
adalah
laṭīfan
لَطِيفًا
Maha Halus
khabīran
خَبِيرًا
Maha Mengetahui

“Wa Adhkurna Mā Yutlaá Fī Buyūtikunna Min 'Āyāti Allāhi Wa Al-Ĥikmati 'Inna Allāha Kāna Laţīfāan Khabīrāan.” (al-ʾAḥzāb/33:34)

Artinya:

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Ahzab: 34)

Dan ingatlah, yakni hafalkan, pahami, laksanakan, dan ajarkanlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah, yakni Al-Qur’an, dan hikmah, yakni sunah Nabi. Sungguh, Allah Mahalembut kepada orang-orang yang taat, Maha Mengetahui siapa saja yang layak mendapat kemuliaan dan kedudukan tinggi. Khitab dalam ayat-ayat ini memang ditu­jukan kepada para istri Nabi, namun wanita muslimah yang baik harus mencontoh apa yang dikerjakan oleh para istri Nabi tersebut.