Skip to main content

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠   ( ٱلْأَحْزَاب: ٦٦ )

yawma
يَوْمَ
hari
tuqallabu
تُقَلَّبُ
dibolak-balik
wujūhuhum
وُجُوهُهُمْ
muka mereka
فِى
pada
l-nāri
ٱلنَّارِ
neraka
yaqūlūna
يَقُولُونَ
mereka berkata
yālaytanā
يَٰلَيْتَنَآ
seandainya
aṭaʿnā
أَطَعْنَا
kami taat
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
wa-aṭaʿnā
وَأَطَعْنَا
dan kami taat
l-rasūlā
ٱلرَّسُولَا۠
rasul

“Yawma Tuqallabu Wujūhuhum Fī An-Nāri Yaqūlūna Yā Laytanā 'Aţa`nā Allāha Wa 'Aţa`nā Ar-Rasūlā.” (al-ʾAḥzāb/33:66)

Artinya:

“Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”” (QS. Al-Ahzab: 66)

Sebagai salah satu bentuk siksa yang akan diterima orang-orang kafir adalah bahwa pada hari itu wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka. Mereka berkata dengan penuh penyesalan, “Wahai, kiranya dahulu saat di dunia kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul, niscaya kami tidak akan tersiksa.” (Lihat juga: al-Furqàn/25: 27–29)